Pura Siwa, Pujungan

 

        Syukur selalu terucap dan terasa ketika mendapat kesempatan untuk melaksanakan persembahyangan ke tempat suci atau pura. Pada pagi hari yang memang sudah direncanakan perjalanan yang di tuju adalah ke arah barat, tepatnya ke Desa Pujungan, Banjar Margasari, Pupuan Tabanan dan tibalah di Pura Malen  (Pura Siwa). 

            Pura Malen  (Pura Siwa) berada pada ketinggian lereng Gunung Batukaru, sehingga kawasan ini berhawa sejuk dan dikelilingi hutan yang merupakan kawasan hutan lindung Gunung Batukaru. Suasana alam di area Pura Siwa juga sangat mengagumkan dengan hamparan lembah kehijauan yang menyejukkan mata dan hati.

            Ketika itu persembahyangan pertama dilaksanakan di Pura Malen, selanjutnya di pelinggih berupa Arca Rsi Agung. Di depan pelinggih Arca Rsi Agung ada dua patung serdadu lengkap dengan meriam. Sekitar 100 Meter dari area ini barulah memasuki area Pura Siwa. Setiba di area pura Siwa hati pun terhenyut bergetar seakan begitu bahagia karena dalam keindahan alam dengan hamparan lembah yang hijau dengan udara yang begitu sejuk ketika itu terdengar Mantra Puja ”Om Namah Siwa” yang terdengar dari salah satu pengeras suara jineng Bali.

      Di area inilah disthanakan Arca Dewa Siwa dengan sikap padmasana seakan menganugrahkan berkah kepada pemujanya.  Berikut adalah urutan sembahyang Pura Siwa ketika itu :

  1. Area utama pura terdapat Lingga Yoni yang merupakan simbol Dewa Siwa, disinilah persembahyangan pertama, dengan sarana banten pejati untuk memohon tuntunan kepada Beliau.
  2. Arca pertapa di bawah pohon (di belakang patung Siwa), adalah tempat stana Bhatara Lingsir, disini anda memohon anugerah kepada Bhatara sesuhunan di sini, banten bisa canang raka atau minimal canang sari.
  3. Penglukatan di Arca Dewi Parwati. Jika  melukat, sarana yang digunakan adalah bungkak Nyuh gading diisi 3 jenis bunga (sandat, cempaka, kamboja) beralaskan canangsari dengan sesari 5 atau 7 keping uang kepeng atau bisa dengan rupiah 5 ribu, 7 ribu (kelipatan ganjil), kalau tidak melukat langsung ke pelinggih selanjutnya.
  4. Arca Siwa Budha dan Ganesa, untuk menghaturkan terima kasih, sarana banten canang raka / canang sari.
  5. Kembali ke Lingga Yoni memohon ijin untuk pulang dan agar diberi anugerah sesuai permintaan, sarana persembahyangan adalah susu (bisa susu kotak). Susu tersebut diambil dengan jari tengah kemudian sentuh bagian atas lingga yoni sambil mengucapkan apa keinginan, caranya akan diberi petunjuk oleh jro mangku.